Investor Wajib Tahu! Empat Jenis Reksadana Paling Aman dan Untung

Investor Wajib Tahu! Empat Jenis Reksadana Paling Aman dan Untung - Dalam investasi Reksadana, jenis instrumen yang dipilih dan tujuan investasi merupakan kunci sukses. Maka dari itu, Anda harus tahu jenis investasi Reksadana agar sukses di instrumen investasi Reksadana. 


Beberapa waktu lalu, tak sedikit investor yang menjerit akibat merosotnya nilai IHSG. Bahkan, nilainya merosot tajam ke tingkat yang tidak oernah dibayangkan investor. Hal it kemungkinan mengakibatkan dana pensiun atau dana pendidikan tersangkut di sana. 

Akibat hal itu, para investor panik dan melepas investasi mereka di Reksadana. Pada akhirnya, mereka kembali lagi pada investasi tabungan atau deposito, karena menganggap Reksadana terlalu berisiko.

Untuk itu, sangat penting bagi Anda mengetahui jenis Reksadana, agar dapat meminimalisir risiko kegagalan, juga untuk mendapatkan keuntungan seperti yang diharapkan. Berikut jenis investasi yang ada di Reksadana yang paling aman dan merupakan salah satu jenis investasi yang menguntungkan.

Reksadana Saham

Reksadana saham merupakan jenis investasi yang paling tinggi keuntungannya dibandingkan jenis investasi lain di Reksadana. Sejalan dengan tingginya tingkat keuntungan, tingkat risiko di Reksadana saham juga tinggi.

Pada Reksadana saham, dana dari para investor akan ditempatkan pada instrumen saham oleh manajer investasi. Hal itu bertujuan untuk meningkatkan keuntungan dalam jangka panjang. Caranya adalah dengan mengkapitalisasi pasar modal yang ada di Indonesia.

Fluktuasi harga saham yang tajam menyebabkan investasi ini sangat berisiko tinggi. Untuk investasi jangka pendek, jenis reksadana ini bukanlah investasi yang aman. Maka dari itu, pilihlah investasi Reksadana saham di atas lima tahun.

Reksadana Campuran

Jenis investasi ini adalah menggabungkan atau mengombinasikan beberapa instrumen investasi menjadi satu. Tujuan dari investasi Reksadana campuran adalah memperoleh keuntungan dari investasi saham, pasar uang, dan obligasi dalam jangka panjang.\

Jika dibandingkan dengan reksadana saham, tingkat keuntungan Reksadana campuran masih berada di bawahnya. Seiring dengan tingkat keuntungan yang tidak terlalu tinggi, risiko pada Reksadana campuran juga rendah. 

Reksadana Pendapatan Tetap

Dengan penekanan pasa stabilitas modal, Reksadana pendapatan tetap akan memberikan tingkat pengembalian yang menarik. Perubahan pada suku bunga acuan Bank Indonesia akan mendorong kinerja jenis investasi ini.

Kenaikan harga obligasi, yang merupakan salah satu instrumen penempatan dana Reksadana ini, didorong oleh penurunan BI rate. Nilai jenis Reksadana ini akan meningkat seiring meningkatnya harga obligasi.

Pada investasi Reksadana ini berisi obligasi. Ada perbedaan antara Reksadana obligasi dan saham. Di antaranya, obligasi bergantung pada suku bunga yang dipertahankan oleh BI. Reksadana pendapatan tetap memiliki risiko yang lebih rendah dari Reksadana campuran.

Reksadana Pasar Uang

Reksadana pasar uang memiliki risiko yang paling kecil dibandingkan instrumen reksadana lainnya.  Maka dari itu, reksadana  ini tergolong investasi yang paling aman.

Reksadana ini memiliki tujuan untuk memberikan keuntungan yang menarik pada instrumen pasar uang melalui investasi. Selain itu, Reksadana ini juga bertujuan menurunkan tingkat risiko.

Tak hanya itu, jenis investasi ini juga akan memberikan tingkat likuiditas yang tinggi agar kebutuhan dana tunai terpenuhi dalam waktu singkat.

Pada Reksadana ini, dana 100 persen akan diinvestasikan pada instrumen investasi pasar uang. Dengan kata lain, Reksadana pasar uang adalah instrumen investasi jangka pendek paling aman dan menguntungkan di Reksadana.

Namun, jenis investasi Reksadana ini tidak memberikan keuntungan yang tinggi jika dilakukan dalam jangka panjang.

Ketahuilah profil Reksadana yang akan Anda pilih sebelum memutuskan untuk berinvestasi. Seperti resiko dan pengembaliannya, serta tujuan keuangan seperti apa yang cocok dengan jenis Reksadana yang ada. 

Share:

5 Alasan Penting Melakukan Cuci AC Secara Rutin

Sebagai masyarakat Indonesia yang berada di lingkungan beriklim tropis, maka hawa panas dan teriknya matahari sudah menjadi makanan sehari-hari. Saking panasnya, kita terkadang tidak betah dan memilih untuk memasang AC di rumah, sekolah, atau kantor hingga tempat-tempat umum lainnya. Namun tahukah Anda jika benda yang sangat bermanfaat menyejukkan ruangan ini juga perlu servis? Yuk, simak pentingnya rutin cuci AC berikut ini.


Mengapa Cuci AC Sangat Penting?

Penggunaan AC alias Air Conditioning memang sudah menjadi hal lumrah di daerah beriklim tropis seperti Indonesia. Pasalnya, udara yang panas dan matahari yang terik bersinar sepanjang tahun terkadang membuat orang-orang yang berada di perkotaan ingin menikmati sejuknya hawa bak pegunungan. Untuk itu, AC sering dipasang dan kehadirannya seakan menjadi hal wajib di semua ruangan.

Nah, masalah bisa datang kala AC rusak. Jika sudah begitu, bukan tidak mungkin jika pekerjaan dan aktivitas lain menjadi terganggu. Kita yang awam ini tentu tidak tahu bagaimana melakukan perawatan dan perbaikan terhadap benda satu ini. Untuk itu, cuci AC sangat perlu dilakukan. Lalu, adakah alasan selain mengantisipasi rusaknya AC?

1. Memastikan Sirkulasi Udara Tetap Bersih

Alasan pertama mengapa AC perlu dicuci adalah agar sirkulasi udaranya tetap bersih. Udara yang bersih tentu akan sangat baik untuk kesehatan. Sebaliknya, jika sirkulasi udara di dalam AC sangat buruk dan Anda menghirupnya, maka bisa jadi Anda mengalami gangguan kesehatan lantaran tidak bersihnya udara yang berputar. Untuk itu, jangan biarkan AC yang rusak terlalu lama dan lakukan pengecekan.

Seperti yang Anda tahu, AC berguna untuk menyaring debu dan partikel halus yang ada di udara dan menjernihkannya agar Anda bisa menghirup udara yang bersih serta sehat di dalam ruangan. 

Bayangkan jika AC kotor, rusak, dan tidak terawat, tentunya kotoran serta debu dapat menempel di bagian pipa evaporatornya hingga membuat kualitas udara menjadi buruk dan AC bisa rusak.

2. Mencegah Kebocoran AC

Seperti yang sudah dijelaskan, kotoran dan debu dapat menempel di pipa evaporator AC yang tidak rutin dibersihkan. Jika sudah begitu, lumut-lumut dapat muncul dan menutupi saluran pembuangan AC. Apabila saluran sudah tersumbat, bukan tidak mungkin AC mengalami kebocoran. Untuk itu, berlindunglah dari kebocoran AC dengan rutin melakukan pengecekan benda satu ini.

3. Menjaga AC Tetap Dingin

Berbagai macam debu dan kotoran yang menumpuk dan menempel pada penyaring udara dapat membuat AC tidak berfungsi dengan baik. Jika filter ini kotor, maka uap dingin yang dihasilkan AC tidak akan tersebar secara maksimal. Akibatnya, Anda mungkin akan mengeluh jika AC tidak dingin lagi dan Anda merasa kepanasan meski AC sudah dinyalakan pada suhu rendah sekalipun.

4. Menghemat Listrik

Tahukah Anda, membersihkan AC secara rutin ternyata juga dapat membantu menghemat tagihan listrik? Ya, nyatanya memang demikian adanya. Konsumsi listrik AC yang bergantung pada kinerjanya dapat diakali dengan rutin membersihkan benda satu ini dari debu dan kotoran. Jika AC bersih, maka kinerjanya akan ringan dan udara yang dihasilkan akan dingin sehingga konsumsi listrik tidak banyak.

5. AC Dapat Lebih Awet

Terakhir, membersihkan AC secara rutin juga dapat menjaga keawetan AC itu sendiri. Bukan tidak mungkin dengan pengecekan rutin setiap 3 bulan sekali, AC Anda dapat bertahan hingga 5 tahun dan Anda tidak perlu merogoh kocek untuk ganti AC dalam waktu dekat.

Demikian ulasan tentang alasan mengapa cuci AC secara rutin perlu dilakukan. Semoga ulasannya bermanfaat.

Share:

Terkini

Label